Adalah Dia
Adalah dia yang menuntunku tuk tundukkan mata
Tiap langkah tiap kata, dalam arah penuh makna
Berartinya dirinya seolah tiada yang bisa berikan sepercik kesejukan
Padamkan bara dada, luluhkan kerikil tajam, beningkan hati dendam
Selaras tingkah dan kata, senada bait kian nyata
Tertuang dalam goresan tinta, yang membuatku cinta
Karena dia…Adalah Dia
MALAM
oleh : Nilam Ramadhani
Malam eluskan jiwa yang terdiam
Terkulai menerawang di angan
Sepikan kebisingan alam
Sunyikan tangis dendam…
Tidurlah hingga pagi cerahkan hari
Terlelaplah sampai mimpi terbangkan diri
Pejamkan mata yang perih
Baringkan tubuh yang letih
Sambut mimpi penuh arti
Esok sekuntum asa menanti
Hapus sedih di hati
Karna jalan takkan terhenti
Seindah dan seputih melati
Suara Hati | Comment (0)SurgaMu
Maret 2008, oleh : Nilam Ramadhani
Kuterlahir dari benih kasih sayangmu yang kau balut lembut dalam buaian cinta tak terhingga,
Peluh luka duka dan derita yang menimpa dirimu karna diriku seolah butir pasir yang menggores di tanganmu…sungguh itu adalah kasihmu!
Berat beban yang kau pikul, keletihan tanpa sandaran, keteguhan yang kau tampakkan, tangis haru yang menderu, pilu yang seakan berlalu…sungguh itu adalah sayangmu!
Kau tuntun aku, berkata,berucap, memanggil indah namamu, berjalan, menatapmu…sungguh itu adalah ketulusan hatimu!
Pandangan pertama saat ku hadir di dunia, adalah pandangan harap penuh bunga cinta, bunga yang kau petik dari taman surga yang kau miliki…Ibunda..sungguh kau memiliki surga itu!
Tiada kata yang berbalas dariku, tiada bakti yang sepadan untukmu, hanya dosa dan dosa yang selalu melumuri diri dalam kehinaan padamu,
Tak cukup hanya lantunan kata, tak cukup hanya untaian do’a, bahkan secuil nyawa…untuk Surgamu
Ibunda…kumerindukan surgamu, kumenginginkan agungnya cintamu, jauhkan aku dari murkamu, meski diri tlah sepatutnya kau cambuk perih…
Suara Hati | Comment (0)Permohonan Hati
Februari 2008, oleh : Nilam Ramadhani
Dapatkah pandangan mata tuk tertunduk?
Bisakah bisikan hati kan merajai?
Akankah kesucian jiwa kan menaungi?
Permohonan ini adalah permintaan hati
Yang dahaga akan cahaya ilahi
Semua kegalauan yang selimuti diri
Bimbang tak temukan pijakan
Resah tiada dapati kesejukan
Doa yang mengiba pintakan keteduhan iman
Panjatkan tangisan hati akan kebesaran Tuhan
Bersimpuh dan bersujud demi sebuah ampunan
Berucap tartil ayat suci penuh keteguhan
Linangan air mata hanyalah kiasan
Termangu bibir berkata jualah pelampiasan
Basuhkan khilaf demi keikhlasan
Sebarkan maaf untuk kesucian
Tubuh ini, jiwa ini adalah milik-Mu
Tiada embun yang sanggup sejukkan hati
Terkecuali berserah diri kepada-Mu
Suara Hati | Comment (0)