Adalah Dia

November 3rd, 2008

Adalah dia yang menuntunku tuk tundukkan mata

Tiap langkah tiap kata, dalam arah penuh makna

Berartinya dirinya seolah tiada yang bisa berikan sepercik kesejukan

Padamkan bara dada, luluhkan kerikil tajam, beningkan hati dendam

Selaras tingkah dan kata, senada bait kian nyata

Tertuang dalam goresan tinta, yang membuatku cinta

Karena dia…Adalah Dia

MALAM

November 2nd, 2008

oleh : Nilam Ramadhani

Malam eluskan jiwa yang terdiam

Terkulai menerawang di angan

Sepikan kebisingan alam

Sunyikan tangis dendam…

Tidurlah hingga pagi cerahkan hari

Terlelaplah sampai mimpi terbangkan diri

Pejamkan mata yang perih

Baringkan tubuh yang letih

Sambut mimpi penuh arti

Esok sekuntum asa menanti

Hapus sedih di hati

Karna jalan takkan terhenti

Seindah dan seputih melati

SurgaMu

November 1st, 2008

Maret 2008, oleh : Nilam Ramadhani

Kuterlahir dari benih kasih sayangmu yang kau balut lembut dalam buaian cinta tak terhingga,

Peluh luka duka dan derita yang menimpa dirimu karna diriku seolah butir pasir yang menggores di tanganmu…sungguh itu adalah kasihmu!

Berat beban yang kau pikul, keletihan tanpa sandaran, keteguhan yang kau tampakkan, tangis haru yang menderu, pilu yang seakan berlalu…sungguh itu adalah sayangmu!

Kau tuntun aku, berkata,berucap, memanggil indah namamu, berjalan, menatapmu…sungguh itu adalah ketulusan hatimu!

Pandangan pertama saat ku hadir di dunia, adalah pandangan harap penuh bunga cinta, bunga yang kau petik dari taman surga yang kau miliki…Ibunda..sungguh kau memiliki surga itu!

Tiada kata yang berbalas dariku, tiada bakti yang sepadan untukmu, hanya dosa dan dosa yang selalu melumuri diri dalam kehinaan padamu,

Tak cukup hanya lantunan kata, tak cukup hanya untaian do’a, bahkan secuil nyawa…untuk Surgamu

Ibunda…kumerindukan surgamu, kumenginginkan agungnya cintamu, jauhkan aku dari murkamu, meski diri tlah sepatutnya kau cambuk perih…

Permohonan Hati

November 1st, 2008

Februari 2008, oleh : Nilam Ramadhani

Dapatkah pandangan mata tuk tertunduk?

Bisakah bisikan hati kan merajai?

Akankah kesucian jiwa kan menaungi?

Permohonan ini adalah permintaan hati

Yang dahaga akan cahaya ilahi

Semua kegalauan yang selimuti diri

Bimbang tak temukan pijakan

Resah tiada dapati kesejukan

Doa yang mengiba pintakan keteduhan iman

Panjatkan tangisan hati akan kebesaran Tuhan

Bersimpuh dan bersujud demi sebuah ampunan

Berucap tartil ayat suci penuh keteguhan

Linangan air mata hanyalah kiasan

Termangu bibir berkata jualah pelampiasan

Basuhkan khilaf demi keikhlasan

Sebarkan maaf untuk kesucian

Tubuh ini, jiwa ini adalah milik-Mu

Tiada embun yang sanggup sejukkan hati

Terkecuali berserah diri kepada-Mu