Persembahan Bagi Cinta
Goresan : Nilam Ramadhani, pada heningnya malam 7 November 2008
Laksana jiwa tlah terbuai oleh lembutnya cinta jua manisnya madu kasih yang kau punya. Waktu yang tersisa tak sanggup lagi menarikku dari merekahnya mimpi malam, karena asmara tlah menaburkan sejuknya cinta yang menggelora. Sang Dewi Cinta tlah menyapaku dengan bahasa lembutnya, yang tiada henti lantunkan bait kata mesra teduhkan bilik hati yang dilanda kerinduan terdalam ini.
Ketiadaan akan cinta serasa tlah musnah tatkala sesosok yang diselimuti keabadian akan kasihnya yang putih menjelma bersama angan menerawang. Bersama awan-awanlah dirimu terbang sembari menebar seulas senyum tuk jiwa yang terlena dan terkesima akan keagungan cinta. Kupu-kupu ikut menari menyambut hadirmu yang dipenuhi aroma cinta berbulir asmara.
Kesunyian yang melanda hati tak kan pernah kembali, manakala rengkuhan jiwa bersambut segenap ketulusan cinta. Perangai penuh prasangka, tak kan sanggup lagi menuai buah kepahitan karena luka yang menganga, sebab persembahan bagi cinta tlah menutup semua pintu dusta yang dulu bertahta. Engkau telah sematkan kepada diri yang rapuh ini sebentuk kesejukan cinta…
Cintamu lebih mulia dari dunia dengan isinya beserta seluruh bayang-bayangnya yang mengelabui manusia. Cintamu lebih indah dari sempurnanya lukisan alam, karena mahkota ketulusan Cintamu sanggup berikan warna-warna pelangi semakin berarti. Cintamu lebih suci dari hamparan padang pasir yang pantulkan sinar berona merah matahari pagi, tak lain adalah Cinta yang Kau miliki sebening embun dan seputih noktah salju yang jatuh berhamburan dari singgasana langit.
Tiada hentinya Ku memanjatkan pinta atas cinta yang tercipta dalam kehampaan hati ini. Semua terpancar dari cinta kasih yang Engkau tanam. Takkan ada lagi persembahan yang teramat berarti tuk segenggam asa…selain Persembahan bagi Cinta…
Leave a Reply