Belahan Jiwaku

November 13th, 2008

goresan Nilam Ramadhani di malam 5 November 2008

Hanya sekedar ingin menyapamu yang jauh disana lewat tumpahan pena yang lukiskan kehausan dan dahaga akan sebuah kerinduan pada hatimu yang dipenuhi bunga-bunga berhiaskan aroma sewangi surga. Kukatakan padamu, rindu yang mungkin terlarang ini memaksa segala kelemahan tuk coba bangkit meraih segala kegetiran yang tlah lama punah menuju sebuah kasih tak pasti…

Membiarkan semuanya berlalu menjadi kenangan yang seolah tiada pernah terjadi. Hamparan cinta yang tlah lama mati serasa hampa dan tak pernah berarti. Asa yang musnah tertiup galaunya angin bagai isyarat lalu yang membisu. Karangan bunga penuh cinta yang kering bukan sebuah pertanda nafas tlah terhenti.

Tercurahkan segenap isi jiwa hanya pada utuhnya cinta yang kau punya. Beribu kata yang lukiskan keindahan hatimu kan kupersembahkan sebagai tanda bahwa diri ini tlah berbaur bersama cinta. Kemesraan berbalut pesona, kan hiasi terjalnya asmara ditengah derai air mata yang mungkin kelak goyahkan cinta. Genggamlah tanganku ini, raihlah jiwaku ini, serukanlah cintaku ini…

Karna hanya Engkaulah mimpi yang menghiasi, bintang yang berbinar berseri, bait puisi yang abadi…Sentuhlah kerinduanku ini bersama lembutnya sapaan kasih mesra darimu. Belenggu yang benamkan hati takkan sanggup lagi berkuasa…Andainya Kau adalah Belahan Jiwaku…




Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind